Cegah Stunting, BKKBN Aceh Berkoordinasi Dengan Pemko Banda Aceh.

Selasa, 14 September 2021 09:31

Total berita dikunjungi: 42

Cegah Stunting, BKKBN Aceh Berkoordinasi Dengan Pemko Banda Aceh. Walikota Banda Aceh Aminullah Usman Bersama Kepala BKKBN Aceh Sahidal Kastri, serta sejumlah OPD terkait di Pendopo Walikota Banda Aceh, Senin 13/9/2021.Foto humas Bna

BANDA ACEH - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh berkoordinasi dengan pemerintah kota Banda Aceh, membahas upaya pencegahan stunting sejak dini di kota Banda Aceh.

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Pendopo Walikota Banda Aceh, Senin (13/9/2021), Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Drs. Sahidal Kastri, M.Pd, bersama Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, SE Ak, MM membicarakan sejumlah hal terkait peran daerah dalam rangka mencegah dan menurunkan angka stunting.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Sahidal Kastri didampingi Sekretaris BKKBN Aceh, Husni Thamrin, SE, MM dan sejumlah koordinator bidang mengatakan, dasar dilaksanakannya rapat koordinasi tersebut adalah  menindaklanjuti Perpres Nomor 72 tahun 2021 terhadap langkah percepatan penurunan stunting di Indonesia sesuai amanat Presiden Joko Widodo pada rapat Kabinet terbatas beberapa bulan lalu.

Beberapa hal penting dalam rapat tersebut diantaranya terkait penanganan stunting dan teknis pelaksanaan yang disinkronkan dengan regulasi. Selain itu, juga terkait perkembangan pelaksanaan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (Bangga Kencana) di kota Banda Aceh. Rapat tersebut juga menyampaikan bahwa BKKBN ditunjuk sebagai koordinator percepatan penanganan stunting.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman didampingi Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh Cut Azharida, dan sejumlah OPD terkait, sangat mendukung program Bangga Kencana dan upaya pencegahan stunting di kota Banda Aceh. Menurutnya, stunting memang menjadi perhatian pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di kota Banda Aceh.

"Pemerintah Kota Banda Aceh sangat siap mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini di Kota Banda Aceh ini. Dan kita siap menjadi contoh bagi Kabupaten / Kota lain yang ada di Aceh ", menurut Aminullah, tidak boleh ada lagi anak anak di Kota Banda Aceh yang mengalami stunting, tutupnya. 


Kepala BKKBN Aceh juga mengajak seluruh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) agar selalu memberikan penyuluhan,  pelayanan, penggerakan dan pengembangan baik Informasi maupun program Bangga Kencana.

Harapan kita masyarakat dan calon pengantin khususnya dapat termonitor baik setelah hamil maupun setelah melahirkan nantinya, kata Sahidal Kastri

Seperti diketahui, sosialisasi terkait pencegahan dan pengurangan angka stunting di Aceh gencar dilakukan BKKBN Aceh. Hal itu juga menindaklanjuti Perpres Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

Dalam setiap kesempatan, kepala BKKBN Aceh, Sahidal Kastri mengungkapkan dalam percepatan penurunan stunting di Aceh, pihaknya akan memulai pencegahan dari dini, misalnya pasangan usia subur yang akan menikah atau calon pengantin didata melalui aplikasi elektronik siap nikah dan siap hamil.

Dalam hal ini anak- anak remaja yang tiga bulan sebelum menikah akan dilakukan dulu pemeriksaan-pemeriksaan kesehatannya jika setelah diperiksa terdapat berbagai masalah kesehatan selanjutnya akan diberikan vitamin-vitamin agar kondisi mereka sehat dan bugar.

intervensi yang pertama kita lakukan melalui bidan bidan desa makanya kita kerjasama dengan Dinas Kesehatan di Aceh, Bidan, Doker kita ajak IDI dan PKK sebagai mitra kerja kita, kalau BKKBN Aceh hanya sebagai koordinator saja, tegas Sahidal Kastri.

Selanjutnya, setelah hamil masuk fase kedua dimana petugas dari Kader BKKBN, Tim Penggerak PKK Gampong hingga Bidan Gampong akan terus memberikan pendampingan dan pemantauan untuk dilihat progres kehamilannya supaya sehat dan berjalan dengan baik. Selain itu, fase ke 3 setelah melahirkan, yaitu setelah anak lahir agar dalam keadaan sehat.

Dalam kesempatan itu, Sahidal mengatakan seluruh Bupati dan Walikota se- Aceh menunjuk setiap gampong minimal 1 orang dan maksimal 3 orang petugas setiap gampong. Mereka lah yang menjadi ujung tombak penurunan stunting, ujar Sahidal Kastri. (Adm)