CPNS Pemko Banda Aceh mengikuti Latsar CPNS gol lll

Senin, 09 September 2019 20:39

Total berita dikunjungi: 114

CPNS Pemko Banda Aceh mengikuti Latsar CPNS gol lll Peserta Latsar CPNS gol lll gelombang 2 ketika mengikuti arahan, Senin, 9/9/2019. Di Hotel Regina Banda Aceh.

Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meminta kepada para peserta CPNS untuk dapat membawa perubahan pada pemerintahan Kota Banda Aceh,ucap Aminullah saat dibuka CPNS resmi Pemerintah Kota Banda Aceh Golongan III Formasi Umum Angkatan II Tahun 2019, Senin (9/9/2019) di aula lantai IV Hotel Regina, Kampung Kramat, Kecamatan Kuta Alam.


Menurut laporan Sekertaris BKPSDM Kota, Nurhasah, pelatihan itu diikuti oleh 253 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari hasil pemilihan tahun 2018/19 lalu. Diklat prajabatan diadakan dalam enam tahap dan 40 CPNS pertahapnya. Untuk angkatan II ini sendiri dilaksanakan 9 s / d 31 September.


Turut hadir bersama Wali Kota, Asisten Administrasi Umum, Tarmizi Yahya dan Kepala BKPSDM, Syahrullah yang juga berperan sebagai pemateri pelatihan.


Dalam sambutannya, Aminullah menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada pihak BKPSDM dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya aparatur di Lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.


Kepada peserta Aminullah mengatakan, salah satu hal yang paling penting dalam reformasi birokrasi adalah penataan kelembagaan pemerintahan, di mana peningkatan kualitas SDM para aparatur yang mendukung pemberdayaan aparatur yang memiliki kompetensi yang relevan, akuntabel dan memberikan bantuan kepada masyarakat secara optimal.


"Diklat pelatihan dasar hanya untuk mata pelajaran formalitas belaka tetapi saudara-saudari sebagai CPNS akan di didik ditambahkan dengan berbagai materi, antara lain percepatan pemberantasan korupsi, wawasan kebangsaan dan lain-lain, yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas sebagai pelayan publik, "kata Aminullah.


Lanjutkan, Tingkatkan kualitas pelayanan publik tidak hanya pada Peningkatan kompetensi dari segi pengetahuan dan keahlian saja, namun lebih tinggi di utamakan adalah perbedaan tingkat toleransi dan tingkah laku ke arah yang lebih baik, yaitu pelayanan publik yang membutuhkan etos kerja, profesional dan berkualitas.


"Hal ini dilakukan untuk mendukung terwujudnya reformasi birokrasi, dan persetujuan dengan tata kelola pemerintahan yang baik," ungkapnya.


Aminullah pun berharap untuk para peserta diklat agar dapat membawa perubahan di lingkungan kerja ke arah yang lebih baik.


"Bekerjalah dengan penuh tanggung jawab serta mampu menerapkan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik dan bersih sesuai tujuan yang telah disusun dalam pelaksanaan diklat ini," pungkasnya sambil dibagikan secara resmi pada acara tersebut. (Riz)