MPD Kota Banda Aceh Harap Semester Ganjil Bisa Dilaksanakan Belajar Secara Tatap Muka

Jumat, 11 Juni 2021 16:32

Total berita dikunjungi: 72

MPD Kota Banda Aceh Harap Semester Ganjil Bisa Dilaksanakan Belajar Secara Tatap Muka Ketua MPD Banda Aceh Drs. Salman Ishak, M. Si

Banda Aceh - Pembelajaran semester genap baru saja berakhir. Para murid SD dan SMP di Kota Banda Aceh baru saja menyelesaikan ujian semester dan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2021/2022 jenjang SD Negeri dan SMP Negeri Kota Banda Aceh.

Dalam hal ini, Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPd) Kota Banda Aceh berharap agar pembelajaran ke depan bisa dilaksanakan secara tatap muka.

Kami MPD berpendapat agar kita upayakan untuk kembali melaksanakan sekolah tatap muka, karena pembelajaran secara daring adalah pilihan yang sangat sulit sebenarnya,” ungkap Ketua MPD Kota Banda Aceh Dr.Drs.H. Salman Ishak, M.Si saat dijumpai di kantornya, Rabu (9/6/21).


Kata Salman, jika nanti Banda Aceh sudah berada pada zona hijau atau orange maka alangkah baiknya apabila kegiatan belajar-mengajar dilaksanakan secara tatap muka.

Jadi alangkah baiknnya semester depan kita laksanakan secara tatap muka dengan catatan dengan prokes yang sangat ketat. Sekolah bisa menyusun SOP yang baik dan juga melaksanakan prokes dengan ketat, sarannya.

Namun demikian, apabila nantinya Banda Aceh ditetapkan zona merah, maka pihak MPD berharap pihak gugus tugas covid-19 agar bisa merekomendasikan tatap muka dengan prokotol kesehatan yang ketat. 

"Kita berharap semua pihak yang terkait dengan proses belajar mengajar yaitu Dinas Pendidikan, Kemenag, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, komite atau orang tua siswa serta murid  harus mendisiplinkan diri sesuai dengan fungsinya untuk menjalankan SOP yang sesuai dengan prokes yang sudah ditetapkan," harapnya. 

 Apabila sistem pembelajaran tatap muka tidak bisa dilaksanakan, maka pihaknya berharap agar orang tua lebih menjalankan peran pengawasan terhadap anak dalam hal menerima pembelajaran dari gurunya.

Orang tua harus bisa memastikan anak benar-benar belajar dan mengerjakan sendiri tugas-tugas yang diberikan, agar materi dari sekolah benear-benar dipahami oleh anak.

Dan apabila nantinya kebijakan tetap mengahruskan daring maka peran orang tua harus ekstra dalam mengawal anak dalam melaksanakan tugas sekolah dan juga penggunaan gadget, harapnya. (ev)