Setelah Relokasi ke Pasar Al Mahirah

Jumat, 04 Juni 2021 20:53

Total berita dikunjungi: 117

Setelah Relokasi ke Pasar Al Mahirah Pasar Al Mahirah. Foto BAJ

Banda Aceh - Terhitung mulai hari minggu, 23 Mei 2021 para pedagang yang menempati sejumlah lokasi di Peunayong Pasar Peunayong, Lapangan SMEP, dan Pasar Kartini kembali akan menempati Pasar Al-Mahirah Lamdingin yang telah disempurnakan fasilitasnya.

Hal itu disampaikan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Said Fauzan usai mengikuti rapat terkait proses pemindahan pedagang ke Pasar Al Mahirah, Minggu (23/5/2021).

Said Fauzan mengatakan pemindahan atau relokasi Pasar Peunayong ke Pasar Al-Mahirah Lamdingin adalah hasil keputusan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh dan juga hasil kesepakatan dengan pedagang.

Sesuai dengan kesepakatan bersama pedagang, proses relokasi telah ditetapkan secara bersama pada tanggal 24 Mei 2021. Tanggal tersebut sudah menjadi keputusan bersama semua pedagang pindah ke Pasar Al-Mahirah Lamdingin, sebutnya.

Said Fauzan mengatakan pemindahan para pedagang untuk menempati kembali Pasar Al-Mahirah yang telah disempurnakan fasilitasnya tersebut walau sebelumnya pedagang masih diberikan kesempatan berjualan di Peunayong.

Memang sebelumnya Pemerintah Kota mengeluarkan kebijakan para pedagang boleh berjualan di Pasar Peunayong dikarenakan sedang ada perbaikan sarana prasarana di Pasar Al-Mahirah dan menyongsong Idul Fitri, katanya.

Kabag Prokopim juga menyebutkan bahwa relokasi Pasar Peunayong merupakan program pembangunan dan penataan kota yang berkelanjutan, dan telah direncanakan sejak lama.

Relokasi ini memang sudah direncanakan sejak awal, nanti kawasan Peunayong akan dijadikan kawasan pusat kuliner sebagai penunjang destinasi wisata dan ini akan menjadi pusat perekonomian baru, ungkapnya.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan akan terus fokus untuk membenahi dan menyempurnakan sarana dan prasarana di Pasar Al-Mahirah Lamdingin.


Aminullah juga mengatakan pembenahan ini tujuannya agar Pasar Al-Mahirah menjadi pasar yang lebih bagus, bersih, nyaman dan menarik untuk ditempati pedagang serta dikunjungi para pembeli.

Terlihat para pedagang dengan penuh semangat sibuk menata barang-barang dagangannya di lapak dan los yang sudah tersedia, tak jarang riuh rendah keceriaan para pedagang terdengar membelah damainya dini hari.

Pedagang yang terdiri dari pedagang ikan, daging, sayur, hingga berbagai jenis kebutuhan pokok lainmya sudah memulai aktivitasnya sejak jam 02.00 dini hari di Pasar Al-Mahirah.

Terwujudnya pasar yang terletak di dataran pesisir jalan Syiah Kuala ini juga punya keasrian sendiri. Aminullah mengatakan akan membangun cafetaria di area pasar dan sejumlah penunjang aktivitas masyarakat lainnya di sana.

Ke depan, Pasar Al-Mahirah diproyeksikan Aminullah akan memberi multiplier effect bagi masyarakat. Selain pedagang, juga bagi para pelaku usaha lintas sektoral termasuk UMKM dan pedagang asongan. Al-Mahirah hidup, perekonomian kawasan pesisir berdenyut, dan ekonomi rakyat kecil pun bangkit, ujarnya.

Multiplier effect yang terjadi, ujarnya lagi, akan turut melahirkan pelaku usaha baru, tak terkecuali UMKM. Sektor usaha mulai dari transportasi, kuliner seperti warung makan dan warung kopi akan ikut menggeliat. Cita-cita kita, pasar ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan persisir khususnya dalam Kecamatan Kuta Alam dan Syiah Kuala.

Sarana dan prasarananya pun cukup lengkap. Mulai dari Musala, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), reservoir air bersih, listrik, hingga transportasi umum disediakan oleh pemerintah. Saat ini, juga tengah dirampungkan pengerasan jalan akses masuk dan penambahan vaping block di halaman pasar.

Bank Aceh Syariah Hadir di Pasar Al-Mahirah

Kehadiran mobil kas BAS yang mulai beroperasi, dilaporkan oleh Pemimpin Kantor Pusat Operasional (KPO) BAS M Fadil Ilyas kepada Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman.

Kini, para pedagang dan pembeli di pasar terbesar di Aceh tersebut, termasuk masyarakat sekitar bisa melakukan transaksi keuangan yang diperlukan. Sebuah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) juga tersedia di mobil tersebut. BAS akan beroperasi setiap hari kerja di Pasar Al-Mahirah.

Atas hal itu, Wali Kota Aminullah pun mengucapkan terima kasih kepada pihak BAS yang sigap menyahuti harapan masyarakat. Ini sebuah langkah maju. Saya ucapkan terima kasih. Ke depan kita harapkan BAS dapat membuka kantor capem permanen di Pasar Al-Mahirah, katanya.

Menurutnya, dengan adanya bank plus ATM akan memudahkan para pedagang dan pembeli dalam bertransaksi, dan mempercepat perputaran uang. Ini akan memperlancar aktivitas jual-beli, dan pada akhirnya akan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, ujarnya.

Selain itu, keberadaan bank di pusat perekonomian akan memudahkan para pedagang untuk menyimpan atau menabung uang hasil penjualan sehingga lebih aman. Dan yang tak kalah penting, bank bisa memperluas cakupan pelayanan pembiayaan bagi pelaku usaha, ujarnya lagi.

Mari berbelanja di Pasar Al- Mahirah Lamdingin, pasar terlengkap yang menjawab segala kebutuhan pokok seluruh warga Kota Banda Aceh dan jangan lupa tetap menerapkan protokol kesehatan. (Adm)