Tak Bisa Dipungkiri, Komitmen Wali Kota Majukan UMKM Memang Cap Jempol.

Minggu, 26 Juli 2020 08:42

Total berita dikunjungi: 153

Tak Bisa Dipungkiri, Komitmen Wali Kota Majukan UMKM Memang Cap Jempol. Ketua Komisi 3 DPRK Banda Aceh Teuku Arief Klalifah, ST

Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dalam 3 tahun menjabat telah membawa membawa angin segar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Gebrakan demi gebrakan dilakukan ekonom senior ini di bidang ekonomi untuk membantu pengembangan usaha menengah kecil serta menekan praktik rentenir di Kota Banda Aceh. 

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRK Teuku Arief Khalifah ketika memantau Proses jual beli di Pasar Al-Mahira Lamdingin. 

Saya pikir Wali Kota Aminullah sangat paham jika UMKM dapat diandalkan menjadi tulang punggung perekonomian kota. Di tengah pandemi Covid-19 sekalipun, Pak Wali tidak mengesampingkan peran vital UMKM dalam menggerakkan roda perekonomian kota. Bahkan mengambil langkah cepat agar UMKM dapat bertahan. Salah satunya dengan menyalurkan dana Rp 1 miliar bagi UMKM lokal untuk memproduksi masker kain yang kemudian di bagi-bagikan gratis kepada masyarakat." Ujar Arief

Arief melanjutkan bahwa Didirikan nya Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mahirah Muamalah sejak 3 tahun lalu juga telah membawa dampak Positif, dimana kini persentase ketergantungan pengusaha kecil kepada rentenir turun dari 80 persen menjadi 14 persen.

"Dalam 3 tahun ini jumlah pelaku UMKM bertambah di Banda Aceh. Per Mei 2020, jumlahnya mencapai 12.970 unit. Sebagai perbandingan, pada 2018 jumlah UMKM tercatat 10.994 unit dan 2019 sebanyak 12.012 unit usaha. Akses permodalan yang di tawarkan Mahirah Muamalah mampu meyakinkan masyarakat untuk membuka usaha. Tentunya ini berita baik ditengah Pandemi dan sulit nya mencari lapangan pekerjaan. Tak bisa dipungkiri, komitmen Wali Kota memajukan UMKM memang cap jempol",  lanjut Arief. 

Ketua Komisi 3 DPRK ini juga menambahkan Pemerintah Kota harus terus mempertahankan konsistensi dalam memajukan UMKM. 

Yang positif harus terus dipertahankan, mulai dari pelatihan skill, pemberian peralatan/perlengkapan kerja, modal usaha bagi pegiat UMKM, hingga pencanangan 1.000 event dalam setahun, program-program ini harus mampu dilaksanakan dan dikemas dalam cara-cara yang membangun UMKM tutup Nya. (Byy)